23. Sweet Dreams

1406 Kata

"Daren, aku bukan bahan taruhan" Deg Kalimat itu berhasil menghentikan dunia ku. Kali ini dia sudah sangat tenang dari tangisnya dan justru menatap ku dingin. Apa dia sepintar ini bermain dengan perasaan nya? "A-apa.. ma-maksud..?" Ucap ku terbata-bata. "Don't try to lie to me, Daren. I know everything" ucap nya yakin. Aku hanya bisa menunduk terdiam. Apa lagi yang harus ku bantah? Toh apa yang dia katakan memang benar. Kalau aku berbohong dan ngasih berbagai alasan, masalah nya akan lebih rumit. Lebih baik diam merenung kesalahan. Tanpa melihatnya aku dapat merasakan aura dingin dari mata dingin nya yang pasti sekarang sedang menatap ku. Aku tidak berani menatap mata nya itu. Bisa-bisa aku dihipnotis lalu jujur tentang semuanya. "Ma-maaf" gumam ku pelan, tapi masih bisa didengar ol

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN