chapter 22 - Kakak adik

1271 Kata

Nirmala duduk kelesotan menyender tiang beton rumah, Surti di sebelahnya juga ikut duduk bersimpuh, benar kata kakak lelakinya kemari, anak desa datang ke pendopo hanya sekedar meminta makan bukannya belajar, miris. Memang itulah kenyataannya membuat Nirmala mengelus d**a. " Gimana ini Ndoro ayu" " Lah, ngak tau aku Sur" banyak anak-anak berbondong kemari sekedar duduk tanpa minat lalu pergi usai minta makan, salah target . " Kira-kira, siapa ya orang yang bisa berbaur dengan masyarakat" " Sebenarnya kurang tahu juga, banyak masyarakat yang takut untuk berbicara dengan orang bangsawan" balas Surti dengan lemas Manik. Nirmala menatap dari kejauhan sosok Gendis, anak tersebut tengah sibuk mengatur sesuatu di buku agenda nya. " Heh, Sur. Gendis itu lagi ngapain?" Mengamati gerak geri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN