Ledakan Kebenaran

1832 Kata

Suara napas berat Rangga memecah keheningan gua, disusul bunyi klik tajam saat ia menarik pelatuk pengaman tongkat peledak di tangannya. Cahaya merah kecil berkedip-kedip di ujung alat itu, seolah menjadi mata maut yang menatap tajam ke arah Surya dan kawan-kawannya. Pasukan di belakang Rangga mengangkat senjata, ujung laras senapan berkilauan di bawah cahaya obor, menciptakan bayang-bayang tajam di dinding batu yang berlumut. “Kau gila, Rangga!” seru Baskara, tangannya mencengkeram gagang senjata di pinggang erat-erat. “Kau pikir dengan meledakkan gua ini kau bisa menghapus semua kejahatan yang telah kau lakukan? Kau hanya akan menambah daftar dosamu sendiri!” “Dosa?” Rangga tertawa keras, suara tawanya memantul di setiap sudut lorong hingga terdengar berlipat ganda, terdengar liar dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN