Bab 82 Pulang Bulan Madu Sabira

1228 Kata

Madiya masih membayangkan kegiatan panasnya dengan Richard. Sungguh dia tidak menyangka sama sekali kalau semuanya sudah akan menjadi manis. "Terimakasih banyak." Rasanya Madiya tidak mau bangun sekarang, badannya terlalu lelah setelah adegan panas dirinya dengan Richard. "Jangan banyak gerak." Richard masih mengatur deru napasnya setelah mereka berdua melalukan hal yang indah itu. "Sekarang kamu boleh tidur dan beristirahat." Madiya melihat kearah jam, dia ingat kalau harus pergi ke kantor besok. Apalagi sekarang sudah jam empat pagi. "Mungkin aku tidak akan tidur," ucap Madiya yang ada di samping Richard. "Kenapa? Bukannya itu bagus?" tanya Richard sambil melirik kearah istrinya dengan pandangan menggoda. "Kamu lupa kalau kita besok harus ke kantor! Aku sekarang sekretar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN