Matahari menyinari pagi yang manis, Madiya terbangun dari tidurnya, sampai matanya melihat kearah bunga yang terletak di meja. Tanpa sadar Madiya mengambilnya dan dia langsung menghisap aromanya yang membuat dia malah jadi merasa lebih tenang. "Harum sekali wanginya." Kemarin Madiya sempat menolak, tetapi Shela menaruh bunga itu di dalam kamarnya dengan sengaja. Jadi sekarang Madiya menghirup aroma bunga tersebut. Sampai tak lama kemudian, ponselnya berdering tanda ada orang yang menghubunginya. Madiya menaikan sebelah alisnya karena melihat nama Nina di sana. "Nina, tumben sekali wanita itu menghubungiku," gumam Madiya. Akhirnya dia mengangkat telepon dari Nina karena memang dia merasa penasaran sendiri. "Hallo," tanya Madiya dengan sekilas. "Kamu tidak lupa kan, kalau pemili

