Bab 52 Kebimbangan Hati Madiya

977 Kata

Madiya menatap adiknya ketika mengajak dirinya untuk masuk ke dalam kamar. Dia tidak menyangka dengan yang dia pikirkan sekarang. Akhirnya dia memutuskan untuk mengikuti adiknya saja. Mungkin ada yang memang ingin dikatakan oleh Sabira dengan serius. "Ayo kak, ikut ke kamar dengan aku," ajak Sabira sambil menarik tangan Madiya. Madiya tidak banyak bicara, sekarang dia hanya mengikuti Sabira untuk masuk ke dalam kamarnya. Madiya hanya mengekor saja dari belakang. "Kenapa Sabira?" tanya Madiya. "Sebenarnya aku hanya ingin menanyakan sesuatu saja pada Kak Madiya," ungkap Sabira dengan serius setelah mereka masuk ke dalam kamar. "Kamu mau bertanya apa?" tanya Madiya langsung to the poin. "Apa sekarang Kak Madiya sudah mencintai Richard?" tanya Sabira dengan pandangan serius. Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN