Sontak mendengar pertanyaan dan sikap Nara membuat Darrel sampai mengerutkan dahinya. “Kenapa?” tanya Kinara melihat reaksi Darrel. “Aku minta kamu periksa sendiri, loh, ini. Bukan bermaksud bercanda, tapi aku takut jika mengatakan dengan jujur pun kamu nanti nggak yakin.” “Apa aku mengatakan kalau tak percaya padamu? Kau hanya memastikan kondisimu, loh, Ra.” Kinara hanya menahan senyumannya mendengar perkataan Darrel. Ia, dia memang bercanda, tapi dirinya justru sedang serius. Karena sedikit banyak paham lah bagaimana perasaan Darrel. Darrel duduk dihadapan Kinara, mencium dahi gadis itu singkat. “Berniat melakukan hal itu lagi?” Kinara menggeleng cepat. “Kamu menganggapku tak pernah serius dengan semuanya. Dan sekarang apa sikapmu ini masih kamu anggap sebagai sebuah candaan?”

