“Ah tempramen tuan muda sedang tidak bagus, bahkan tadi nona muda Lauren diusirnya, anda membawa gadis yang pernah tuan muda bawa dan sampai sekarang tidak ada kabar, aku takut terjadi sesuatu padanya di dalam,” ucap kepala pelayan itu.
Doni memberitahu tidak usah takut karena apa yang bisa dilakukan oleh dua orang beda jenis kelamin dalam satu ruangan yang sama selain melakukan hal yang menyenangkan. Itu sudah pasti karena saat berjumpa pertama kali tuan muda sendiri yang membawa Alexa pulang dan tidak keluar kamar seharian.
Kecemasan kepala pelayan terhenti saat pintu kamar tuan mudanya terbuka dan sipemilik kamar keluar dengan wajah yang segar habis mandi.
“Siapkan makanan yang enak dan bergizi untuk Alexa, sebentar lagi aku akan ke ruang makan,” pinta Michael.
“Ba-baik tuan muda,” balas kepala pelayan yang senang karena tuan mudanya terlihat suasana hatinya sedang bagus.
Doni tersenyum lega, ia kembali beraktivitas juga pelayan di dapur sibuk menyiapkan makanan yang di minta majikannya. Alexa berada didalam kamar masih menutupi tubuhnya menggunakan selimut karena merasa jijik dengan tubuhnya sendiri yang penuh dengan tanda kepemilikan dari Micahel.
“Alexa, ayo kita makan, aku tahu kau sangat lapar,” ucap Michael.
“Apa kau akan mempermalukanku dengan tubuhku yang penuh dengan tanda cinta darimu ini?” tanya Alexa kesal.
Michael melihat tubuh Alexa yang penuh tanda merah kepemilikan darinya. Hal itu membuat Michael tersenyum bahagia, “Memangnya kenapa jika tanda itu ada? Biar semua orang tahu kalau kamu adalah milikku jika ada tanda itu!,”
Michael memeluk Alexa yang kesal dan marah, tak lama kemudian perut Alexa berbunyi keroncongan akibat lapar sehabis melayani napsu birahi Michael yang sangat kuat.
“Kau lapar Alexa, ayo makan, aku tidak mau kau sakit, kalau tidak makan kau tidak punya tenaga untuk melayaniku,” pinta Michael.
“Apa diotakmu hanya ada hal itu saja? Karena aku memang sangat lapar aku mau kamu ajak makan sekarang,” balas Alexa dengan raut wajah kesal.
Michael menggandeng Alexa menuju meka makan, walau belum sepenuhnya makanan tersaji Alexa sudah menikmati hidangan yang ada karena sudah lapar. Michael sempat marah tapi ditahan oleh Alexa. Tidak ada gunanya untuk marah yang penting makan agar perut tidak lapar.
“Michael sudahlah ayo makan dulu, hidangan yang lain bisa menyusul.” Alexa meminta Michael untuk duduk dan makan.
“Baiklah kalau begitu, kamu yakin hanya makan steak saja?” tanya Michael.
Perut sudah lapar walaupun hanya steak bisa membuat perut kenyang dan tubuh bertenaga. Michael menuruti kata Alexa, para pelayan mengelus d**a dan menghela nafas karena tuan mudanya bisa mengontrol emosi karena ada nona Alexa. Jika itu bukan nona Alexa mungkin mereka semua sudah kehilangan pekerjaan.
“Nona silahkan nikmati gingseng ini,” ucap pelayan.
“Gingseng untuk apa?” tanya Alexa.
Pelayan itu menjelskan gingseng bagus untuk daya tahan tubuh dan kuat saat bercinta. Mungkin Alexa memerlukan minuman ini karena kedepannya akan selalu melayani tuan mudanya. Dia akan menjadi nyonya di vila megah ini. para pelayan akan sangat senang jika Alexa bisa tinggal di sini menjadi nyonya besar mereka.
“Siapa nyonya besarmu, aku hanya mampir saja hari ini dan akan pulang,” ucap Alexa lirih.
“Ah Nyonya muda, jangan berkata seperti itu, kami akan sangat senang jika anda menjadi nyonya kami,” balas pelayan ini.
Michael bertanya siapa nama pelayan itu karena hatinya sedang senang, ia memberikannya bonus tambahan bulan ini. memuji Alexa didepannya menjadi nyonya muda di kediaman ini membuat ia senang. Memang itu harapannya Alexa akan menjadi pendampingnya selamanya dikediaman ini. Tanda di lehernya sudah terbentuk sebuah tato bergambar serigala yang menandakan dia adalah calon istri manusia serigala berdarah murni.
“Alexa kau tidak boleh pergi dari sini malam ini, menginaplah,” pinta Michael sambil mencium punggung tangannya.
“Tidak bisa aku harus pulang karena besok harus bekerja,” ucap Alexa.
Michael merasa kesal dengan jawaban Alexa memangnya di Vila ini tidak teredia apa yang ia inginkan. Semua kebutuhannya akan tercukupi jika mau tinggal di sini bersamanya. Kenapa Alexa memilih pulang dan juga tetap ingin bekerja.
“Banyak wanita yang ingin berada disisiku, kau kenapa terus menghindariku?” tanya Michael.
“Aku dan kamu punya privasi masing-masing, jika aku terus berada disini aku tidak bisa bekerja mencari uang untuk menghidupi diriku sendiri, aku punya adik yang masih sekolah dan biayanya aku tanggung,” balas Alexa.
Michael memeluk Alexa, tubuh kecilnya itu harus memikul tanggung jawab yang besar, membiayai sekolah adiknya dan juga masih membayar sewa rumah di kota besar seperti ini. Pokoknya malam ini Michael mau bersama Alexa.
“Kau tidak boleh pergi malam ini, teruslah bersamaku, besok aku akan mengantarmu kerja,” pinta Michael.
“Oke kalau begitu, ayo istirahat,” ajak Alexa.
Michael berjalan menuju kamarnya di susul Alexa di belakangnya. Para pelayan sangat senang melihat hal ini. keberadaan Alexa di samping tuan muda mereka membuat suasana hatinya sangat tenang dan tidak mudah emosi. Doni juga mengakui hal itu, keputusan yang tepat mencari Alexa dan membawanya ke villa megah ini.
“Boleh aku tidur lebih dulu, aku sangat mengantuk,” ucap Alexa.
“Tidurlah, aku akan berjaga disampingmu,” balas Michael.
Alexa tersenyum dan memejamkan matanya ia terlelap karena sangat capek melayani hasrat Michael yang luar biasa. Michael tersenyum dan mencium kening wanita yang dia sayangi itu. Seandanya seperti ini setiap hari mungkin hatinya akan sangat senang.
“Ahhh sudah pagi saja, aku harus segera mandi,” Alexa turun dari ranjang dan menuju kamar mandi.
Saat Michael membuka matanya, ia tak melihat Alexa diranjang. Ia sangat marah mengira Alexa pergi meninggalkan dirinya begitu cepat sama seperti hari sebelumnya. Michael keluar kamar dan memarai semua pelayan yang sedang memasak, pengawal juga Doni yang sedang menyapa.
“Dimana Alexa, kenapa kalian tidak becus menjaga rumah membiarkan dia kabur dari sisiku?” tanya Michael dengan sangat marah.
“Tuan nona Alexa belum ada keluar sama sekali dari kamar, karena aku sedari tadi memantau cctv tidak ada terlihat nona Alexa meninggalkan rumah,” jawab Doni.
Michael tidak percaya dan terus mengamuk, semua yang ada di hadapannya ia marahi dengan kata-kata yang kasar membuat para pelayan itu ketakutan. Suara Michael terdengar dari dalam kamar saat Alexa selesai mandi. Ia keluar dari kamar dan melihat apa yang telah terjadi kenapa sepagi ini ada keributan yang sanagat membuat heboh.
“Kenapa sepagi ini kalian sudah ribut, apakah setiap hari seperti ini?” tanya Alexa yang penasaran sehingga keluar kamar menggunakan handuk saja.
“Nona Alexa, anda baru saja mandi sebaiknya masuk kamar dan memakai pakaian yang layak dulu,” pinta salah seorang pelayan.
Michael membalikkan badannya dan melihat Alexa memakai handuk tipis saja langsung menutupi tubuh Alexa dengan kain selimut yang kebetulan ada pelayan yang akan mencucinya. Ia meminta Alexa untuk segera masuk kamar.
Para pelayan bernafas lega lagi karena ternyata Alexa masih ada dirumah itu. Jika benar-benar Alexa kabur tidak tahu lagi nasib mereka. Michael pasti sudah marah sepanjang hari.
“Alexa darimana saja kamu, aku sudah khawatir kau akan meninggalkanku lagi,” Michael memeluk kekasih kesayangannya.
“Kamu ini harusnya mengecek kamar mandi sebelum memarahi seluruh orang yang ada di rumah ini,” jawab Alexa.
Michael meminta maaf karena berbuat salah, ia trauma karena hari itu Alexa ingin kabur darinya. Michael melepas handuk yang membalut tubuh Alexa ingin rasanya memakannya lagi sebagai sarapan pagi yang lezat tapi sayang malam tadi tenaganya terkuras banyak.
“Pakailah baju yang sudah aku siapkan, lain kali kau tidak boleh memamerkan tubuh kepada lelaki lain selain aku,” pinta Michael.
“Kenapa di depanmu aku boleh memamerkan tubuh, lalu di depan pria lain tidak boleh?” tanya Alexa.