Happy Reading. Cristy berusaha sekuat mungkin supaya amarahnya tidak meledak saat ini juga, sedangkan Arga malah semakin memprovokasinya." Sayang apa kamu tidak mendengarkan aku? Oh atau kamu ingin aku membuktikan ucapanku barusan."Arga menempelkan keningnya dengan kening sang istri, Cristy tidak memberontak, ia diam seribu bahasa sembari menahan amarahnya yang serasa ingin meledak. "Kenapa kamu diam saja sayang? Apa sekarang kamu sudah mulai takut kepadaku? Bukankah tadi kamu masih berani memakiku dengan mulutmu ini," Arga mengelus lembut bibir Cristy, matanya mulai berkabut tatkala melihat bibir berwarna pink itu," Oh s**t, kenapa aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri? Sialan." Batin Arga sembari menjauhkan kembali wajahnya dari wajah cantik sang istri. Cristy masih diam, tangannya

