Di dalam sebuah ruangan yang cukup luas dan juga mewah, terlihat seorang laki-laki yang tengah menyeringai menyeramkan dengan tangan memegang segelas anggur merah berkualitas tinggi dan tentunya sangat mahal. Laki-laki itu melangkah ke depan dengan gaya khasnya yang elegant, di belakangnya terlihat juga seorang laki-laki yang di perkirakan berusia tiga puluh tahunan yang berjalan mengekorinya. "Jadi kau sudah mendapatkan kelemahannya?" Tanya laki-laki tersebut dengan seringai di bibirnya. Laki-laki itu Dirgantara musuh bebuyutan Arga. "Sudah tuan. Istrinya saat inilah yang menjadi kelemahannya. Tapi..." Jelas laki-laki berusia tiga puluh tahun itu yang tak lain adalah kaki tangannya Dirga. "Tapi apa?" "Terlalu banyak pengawal bayangan yang menjaganya tuan. Hampir seluruh anak buah kit

