Naya segera turun dari taxi online yang ia pesan. Beruntungnya Gereja yang menjadi tempatnya beribadah berada di pinggir jalan kota, letak yang sangat strategis. Karena itu pula ia bisa lansung turun tepat di depan Gereja itu. Naya tak ingin membuang waktu dan segera menuju Gereja. Naya menyapa beberapa suster yang tengah sibuk berlalu lalang di luar Gereja. Dengan pelan Naya membuka pintu besar Gereja dan mendorongnya. Naya melongokkan kepalanya terlebih dahulu ke dalam, melihat apakah ia terlambat atau tidak. Beruntungnya matanya menangkap keberadaan suster Lily yang tengah menyiapkan beberapa handuk untuk para anak yatim nanti. Naya masuk ke dalam Gereja dengan senyum yang lebar. Ia melangkah dengan riang menghampiri suster Lily yang tengah membelakanginya itu. dengan

