Chapter 59 : Semoga saja

2964 Kata

Retta membawa salad buah yang dibuatkan oleh Bibi kantin ke kamarnya. Selama ia kembali ke kamarnya, Retta tak henti-hentinya merutuki kebodohannya itu. bagaimana bisa mulutnya itu dengan lancar mengatakan bahwa Kak Arin adalah pembunuh Cindy. Ia tidak ingin membuat Nadia semakin kepikiran tentang hal ini, tetapi malah dirinya sendiri yang membuat Nadia kepikiran. Kan bodoh sekali Retta ini. “Iya, kau memang bodoh Ta. Mulut s****n, kenapa bisa keceplosan sih!” Retta berkali-kali memukul mulutnya itu atau bahkan menyentilnya pelan. Jika saja di dalam lift itu ada cctv, mungkin saja sekarang Retta menjadi tontonan menarik bagi pengawas yang berjaga. Atau bisa juga dirinya akan dianggap gila. Bodohnya lagi Retta baru menyadari kalau di dalam lift itu terdapat cctv nya. ia tadi menoleh u

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN