BAB 25

1220 Kata

Tempat yang sunyi, terpencil, tanpa penghuni dan tanpa arah tujuan, aku terjebak dalam kegelapan, saat sebuah tangan memegang tanganku, dengan cepat aku menggapainya dan tidak mau lepas. "Kakak ... Aku mencari kakakku! Apa kau tahu dimana kakakku?" tanyaku ingin tahu, kelemahan tubuhku dan jiwaku yang seakan malas buat hidup, membuat tangan yang tengah memegang tanganku itu ingin lepas. "Kau tidak boleh ikut denganku, Anna. Belum saatnya," ucapnya membuat kakiku lemas seketika. "Kakak," lirihku beruraian airmata. "Kenapa kau meninggalkanku, Kak?" protesku ingin ikut dengannya. "Anna," suara kak Ani sangat terdengar lembut di telinga. Suara yang beberapa tahun lalu menggetarkan jiwa sekaligus menenangkan hatiku yang kesepian tanpa kehadiraan ayah dan ibu. "Bawa aku, Kak. Aku ingin hidup

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN