Sudah genap dua tahun berlalu sejak saat itu, Marsha dan kawan-kawan pun mulai beranjak dewasa—kini mereka sudah memilih jurusan di universitas yang telah lama menjadi incaran masing-masing sejak dulu. Marsha sendiri memilih menjalani jurusan kedokteran yang katanya paling susah, sedangkan teman-temannya tentulah berbeda. Rey memilih jurusan komunikasi, to be honest Marsha agak keberatan. Why? Gadis itu jadi tidak bisa sering-sering mengunjungi cowok itu karena berbeda gedung fakultas, apa lagi memandangi dari jauh, tetapi jangan bilang-bilang ke kekasihnya itu. Marsha takut sifat narsis yang sudah menyatu dengan nadi Reynand akan menjadi-jadi setelah tahu rahasianya. "Marsha, buka mulut elo." Gadis itu melirik Rey yang mengangkat sendok dengan wajah yang terbilang garang. Kekasihnya

