Chapter 22

1096 Kata

"Lo kok gak bilang kalo mimisan tadi?" Rey mengambilkan botol minum yang di simpan dalam ranselnya dan memberikannya pada Marsha yang menyumpeli hidungnya dengan sobekan tisu. "Saya udah ngomong, kok, cuma kamunya aja yang gak peka." Rey tertawa hambar dan menyandarkan kepalanya ke batang pohon, menatap ke Marsha yang memejamkan mata. "Ketawanya sumbang, saya gak suka dengarnya. Hati saya sakit." Rey memutar kedua bola matanya malas. Benar-benar gadis ini, mampu membuatnya tidak berkutik dengan memberikan harapan kesekian kali. "Ish, jawab pertanyaan gue barusan!" sentaknya manyun. "Gak perlu, saya udah jawab." "Lah, kapan?" Rey berteriak. Rasanya pengen menyekik atau tidak mencakar seseorang. Dih, dia sungguh-sungguh. "Saya capek buat mengulang jawaban, Bri. Coba tanggap." Rey ref

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN