Chapter 8

1022 Kata

"Ck! Lemot amat, anjir!" Cowok itu berdecak, aslinya malas karena harus menunggu jawaban cewek dingin yang termangu di posisinya. Gosip yang beredar yang ia dengar adalah jika ia bertemu cewek itu, maka dia mesti pergi sejauh-jauhnya atau tidak sekiranya ia sudah menghilang dari muka bumi. Karena Marsha dianggap mereka adalah pembawa s**l. "Eh, mau kemana? Lo belum jawab pertanyaan gue!" Tangannya spontan mencengkram bahu gadis itu. Marsha menengok dengan wajah meringis kesakitan. "Saya mau pergi, Kak. Tolong lepasin saya!" Marsha dengan tenang menjawab. Berusaha tak terganggu akan cengkeraman yang bertambah kuat, mukanya ia buat sedatar mungkin. "Gak boleh!" "Hak Kakak menanyakan privasi itu ke saya motifnya apa?" Tangannya berpindah ke lengan yang dibalut seragam batik miliknya. M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN