Juna masih memikirkan tentang Diva ketika satu pesan kembali masuk ke ponselnya, dan entah ia sedang beruntung atau apa pesan yang baru masuk itu dari gadis yang sedang dipikirkannya. Senyum menghiasi bibirnya ketika membaca pesan itu, Diva ingin bertemu malam ini. Sekarang. Bergegas Juna turun dari tempat tidur. Pemuda itu langsung menyambar jaket dan kunci mobil. Tak seperti biasanya ia menggunakan mobil untuk keluar malam. Tidak tahu juga kenapa, ia hanya tak ingin Diva dilihat oleh orang lain. "Pergi lagi, Den?" tanya Bik Iyah melihat tuan mudanya kembali rapi. Juna tidak menjawab. Pemuda itu hanya mengangguk kemudian menuruni tangga rumahnya yang berkelok dengan cepat. Sebenarnya ia sudah menelepon Ayahnya minta dibuatkan lift untuk turun dari lantai dua, terlalu lama dan melela

