“Tenang Sayang..... Tangan kita terhubung kini. Lihat jejeran mobil dibelakangmu? Mereka akan melindungi kita. Aku akan melindungimu Sayang.....” bisik Steve lembut melihat Al yang terus gelisah begitu mereka keluar dari kawasan Tritas. Al memeluk Steve erat sekali, bahkan tidak tertarik untuk melihat dan menikmati pemandangan diluar mobil. “Baby, buka matamu Sayang....” pinta Steve lembut. Lucu juga sih melihat Al memejamkan matanya erat sambil menutup rapat mulutnya. Tapi sekarang ini tugas Steve adalah membuat Al senang dan merasa nyaman. Bukan malah ketakutan seperti sekarang. “Tidak mau...... Takut....” rengek Al pelan. Sial. Padahal Al terus berusaha keras agar berani untuk mengabulkan harapan keluarganya. Ini adalah kencan keduanya, namun Al malah ketakutan hingga kakinya berub

