Tidak adil itu ketika Anna bisa terus memantau dan mengetahui semua hal tentang Biru, sementara Biru kelabakan tidak menemukan jejaknya. Setengah mati menderita merindukan dia yang pergi membawa calon anak mereka di rahimnya. Dari mereka Anna mendengar semua cerita, sehancur apa pria yang juga membuatnya diam-diam selalu membuatnya menangis itu. Mengenalnya tanpa sengaja. Mencintainya tanpa diduga. Melupakannya karena terpaksa dan nyaris membuatnya gila. Anna nyaman bisa selalu di sampingnya, meski ribuan kali tersakiti melihat pria itu dengan dunia liarnya. Ceritanya singkat, tapi melekat. Hanya momen, bukan komitmen. Dia hadir, bukan takdir. Bukan salah Biru kalau kini dia tersakiti, tapi harapannya yang memaksa untuk bisa bersama. Anna tidak pernah menyesal. Hanya kecewa pada dirinya

