Mendadak dihantam kejutan bertubi, Biru sampai bengong mendengar pengakuan Titan barusan. Sampai sekarang saja dia masih takut bertemu Anna hanya mimpi. Makanya tangan gadis itu tidak pernah dibiarkan lepas dari genggamannya. Malah Biru kembali dibuat syok, oleh pengakuan tidak masuk dinalar mereka. Tidak! Bukan cuma Biru yang muka cengonya bikin geli mereka. Yang lain juga sama kagetnya. Wajar! Ibra saja tadi juga sempat melongo kok. Ini bukan perkara permainan tingkat tinggi, tapi jengkelnya dikibulin orang terdekat sendiri itu is another level pengen ngamuk dongkolnya. Ibra tertawa terkekeh. Sekarang giliran mereka merasakan, seperti apa rasanya kaget, syok, marah, dan kesal jadi satu. Pengen ngamuk, tapi terpaksa ditelan lagi. Ruth masih slengean makan ayam gorengnya. Blas tidak khawa

