Bagian 46 : Semakin Dekat

1041 Kata

"Lo gak nginep?" Tanya Jena pada Leon yang sedang fokus menyetir dengan tenang. Sejenak, lelaki itu mematikan lagu dari radio mobil, dan menjawab pertanyaan Jena. "Nggak, ada yang harus di urus. Kenapa?" Jena menggeleng. Leon mengedikkan bahu nya dan memilih untuk diam. Dan keduanya pun sama-sama diam. Tidak Leon sangka bahwa saran dari Gibran sangat manjur padanya. "Gak papa." Mereka sampai di rumah Jena, dan Jena yakin mami nya sudah tidur. Sepuluh malam memang mami nya sudah tertidur. "Yakin gak nginep?" Tanya Jena. "Iya mbak, astaga. Ada yang harus aku urus," Kata Leon. "Oke," "Salamin ya mbak sama mami. Maaf gak bisa nginep, mau ngurus sesuatu. Kalau begitu, Leon pergi dulu ya mbak," Jena mengangguk dan tidak lama dari, mobil yang di kendarai oleh Leon menjauh dari per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN