BAB 49 Ketika hati memutuskan berhenti, kau kembali menghampiri. Ketika diri mulai beranjak pergi, tanpa berdosa kau mengakatan, "Aku ingin kita bersatu lagi." Kau memang tak pernah berkaca diri! Di saat diri kerap dikucil rindu, lalu di baku hantam dengan rasa kecewa, kau malah bersenang ria dengannya. Di saat aku yang mulai rapuh, dia yang kau tegarkan. Perlu kau ecamkan, aku tak sudi jika hatiku kau permainkan kembali. ΔΔΔ Setelah menerima pesan dari Kenan, Kaila langsung membersihkan diri dengan segera. Tak lupa dia mempercantik diri untuk bertemu sang suami tercinta. Dirasa sudah cukup, Kaila meraih tas dan kunci motornya. Di sepanjang jalan Kaila tak henti memanjatkan doa, "Semoga Arion tetap di sana." Kaila berharap besar akan hal itu. Dia ingin melihat wajah pria itu, bertu

