Malam Bencana

392 Kata
Saat Khanza tanpa sadar terlelap di sofa apartemen itu, tiba-tiba dia dikejutkan oleh suara pintu yang terbuka dan Khanza pun mengambil tongkatnya dan berusaha berjalan ke arah pintu, pikir Khanza itu adalah mbak-mbak tadi yang datang menjemputnya dan mengantarnya pulang. "Mbak, mbak sudah kembali, gimana keadaan anak mbak...??" Tanya Khanza dengan lembut. Tetapi.pembicaraan Khanza tidak dijawab, Khanza pun bingung. Iya bukan hanya Khanza sosok lelaki didepan Khanza pun juga bingung, tapi semua kebingungan lelaki itu terkalahkan oleh rasa yang sekarang menjalar pada tubuhnya, dia melihat Khanza adalah wanita yang sangat cantik dan menggoda. Lelaki itu tidak lain adalah Andra, teman kecil Khanza tetapi mereka sudah tidak mengenal satu sama lain karena sudah belasan tahun tidak pernah bertemu. Andra pun menatap Khanza, tidak tidak bisa berpikir jernih saat ini karena obat perangsang yang telah dia minum dari kopi sekertarisnya itu. Andra langsung saja memeluk Khanza dan menyandarkan dagunya di bahu Khanza. Ya Andra lepas kendali karena obat perangsang itu, rasanya dia ingin menyentuh wanita didepannya. Khanza pun terkejut " ka.. kamu siapa??", Khanza sangat ketakutan. "Kamu mirip Shanny... , ya Shanny kesayangan aku..., jangan takut, kita akan bersenang senang malam ini.."Bisik Andra. Khanza pun semakin ketakutan, dan menolak d**a Andra, namun Andra semakin tak terkendali, dia semakin mengeratkan pelukannya pada Khanza. "Tolong lepaskan aku.. hiks.. hiks...hiks..", Khanza menangis. "Kamu bidadari yang diturunkan Tuhan untukku, kenapa aku harus melepaskan mu?.. Hah?, aku sudah panas ni, kita ke kamar ya.. Tolong lepasin baju aku.. Tolong.. ", merengek ke Khanza. "Nggak.. Tolong lepaskan aku... Tolong... "Khanza semakin ketakutan, dan tongkatnya terlepas dari tangannya. "Kamu yang harus tolong aku.. Tolong bawa aku ke kamar.. aku pusing panas...", Jawab suara Andra melemah. "Nggak aku mau pulang, tolong...",Khanza semakin tak bisa berkata-kata lagi. ""Akhh... aku benci basa-basi !!!.. cepat ke kamar dan habiskan malam ini bersamaku, aku akan bermain dengan tidak kasar... ", menyeret Khanza ke kamarnya.  Khanza pun semakin ketakutan dan panik dia memberontak tapi apa daya dia tidak kuat menahan kekuatan laki-laki itu. Dan Andra membawa Khanza ke kamarnya, membuka jilbab Khanza dengan paksa, Khanza menangis dia berusaha lari namun Andra sangat kuat memeganginya, Andra semakin tak sadar dengan gairah yang menjalar pada tubuhnya. Dan malam itu pun menjadi malam kelam bagi Khanza, kesuciannya direnggut oleh orang yang tak dikenalnya, dia diperlakukan kasar dan hingga dia tak sadarkan diri. Sedangkan Andra sudah tidak terkendali dan melakukan aksi bejadnya yang dia pun tanpa sadari seutuhnya karena dibawah pengaruh obat perangsang itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN