Empat belas tahun kemudian. --- Harley berjalan ke arah kamar sang putri yang terletak di lantai satu dan dekat dengan ruang tamu namun langkahnya terhenti ketika mendengar dering telephone rumah yang terletak di atas nakas tidak jau dari kamar sang putri. Harley mengangkat gagang telephone tersebut dan selang beberapa saat kemudian ia dibuat terkejut dengan kabar yang disampaikan oleh penelfon tersebut. "Baik, Ms," ucap Harley lalu menutup panggilan tersebut. "FLAVIA ABRAHAM!!!" teriak Harley yang memanggil sang putri saat ia baru saja menerima telephone dari pihak sekolah tempat sang putri menuntut ilmu. Flavia yang tengah meracik sebuah bom di kamarnya dibuat terkejut dengan teriakan sang ibu di luar sana. "Tuhan, tolong aku," pinta Flavia seraya berjalan keluar kamar untuk mengh
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


