Malam harinya Arthur kembali memasuki kamar inap sang istri, kali ini tanpa Flavia dan kedua orang tuanya, hanya ia seorang diri. Dengan berbesar hati dan menyiapkan diri akan penolakan sang istri selanjutnya. Arthur mencoba kembali mendekati Harley agar wanita itu terbiasa dengan kehadiriannya. Arthur memasuki kamar inap tersebut yang membuat wanita cantik berambut orange keemasalan dalam ruangan itu menolehkan wajahnya, untuk sesaat mereka saling pandang hingga akhirnya Arthur tersenyum dan melangkah masuk setelah menutup pintu ruangan. Arthur duduk di kursi yang ada di samping brankar sang istri, menatap ke arah nakas di mana terdapat sepiring makanan dari rumah sakit yang masih utuh. "Kenapa makanannya belum dimakan?" tanya Arthur seraya menatap sang istri meskipun wanita itu mengal

