"Istirahatlah terlebih dahulu, aku ingin mengecek laporan keuangan yang masuk," ucap Arthur kepada sang istri yang sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang. "Okay." Dusta Harley kepada sang suami seraya menampilkan senyuman terbaiknya, bagaimana ia bisa tidur nyenyak tanpa dekapan hangat dari pria itu yang selama tujuh bulan ini mengantarnya menuju alam mimpi? Arthur tersenyum menatap sang istri yang begitu menggemaskan dengan pipi chuby wanita itu saat kandungan Harley sudah memasuki usia tiga puluh satu minggu. Arthur segera mengecup kening sang istri dengan penuh kasih sayang sebelum ia melenggang pergi meninggalkan wanita itu di kamar mereka. Setelah sang suami pergi Harley segera bangkit untuk duduk, bersandar pada kepala ranjang lalu mengusap perutnya yang membuncit. "Daddy mu se

