Pagi harinya Arthur terbangun lebih awal kala ia mendengar suara alarm yang sudah ia setting pada pukul lima pagi untuk menjemput sang sepupu di bandara. Arthur mengecup bibir sang istri kala wanita itu masih saja memejamkan kedua matanya dengan mulut yang sedikir terbuka dan hal itu sukses membuat Arthur gemas bukan main, jika tidak mengingat bahwa ia harus cepat-cepat menjemput Meera mungkin ia akan mengecup bibir sang istri berulang kali hingga wanita itu terbangun. Arthur melepaskan dekapan sang istri di pinggangnya dengan perlahan, wanita hamil tersebut enggan dipeluk dari belakang oleh Arthur ketika tidur, ia selalu memeluk sang suami dengan tubuh berhadapan meskipun perut buncitnya menghalangi tubuh mereka namun Harley menjadikan hal itu sebagai alasan agar buah hati mereka selalu

