"Apa itu?" tanya Azzura was-was. "Aku ingin pernikahannya sah secara agama maupun negara," jawab Rumi dengan tatapan tajam. Azzura menelan saliva. Sebenernya, ia tak mau mendaftarkan pernikahan ini ke KUA supaya lebih mudah dalam proses perceraiannya. "Kenapa?" selidik Azzura sebelum menolak ataupun akhirnya menerima permintaan itu. "Aku takut harus memegang tanganmu, memelukmu atau menciummu untuk kebutuhan peranku." "Terus, kenapa? Lakuin aja!" "Pegangan tangan ok, tapi kalau peluk atau cium aku gak mau. Kamu bukan makhromku," ucap Rumi. "Apa itu makhrom?" tanya Azzura bingung. "Orang yang tidak halal bagiku untuk disentuh." Azzura mengerutkan dahi, penjelasan Rumi semakin membuat ia tak mengerti. "Bukannya yang gak halal itu cuma babi dan anjing, ya?" tanya balik Azzura.

