"Bukan, bukan hororer, tapi honorer. Memang sih gajinya horor, tapi sebutannya honorer bukan hororer," terang Rumi dengan sedikit gaya bercanda. "Ahah, " Sheryl hampir keceplosan tertawa mendengar ucapan Rumi yang menurutnya lucu. "Guru honorer?" mereka semua masih bingung dengan jawaban Rumi. Bukan karena tak tahu apa itu guru honorer, tapi karena heran mengapa Azzura membawa calon suami seorang guru honorer, bukannya anak pejabat, pengusaha emas atau orang kaya lainnya di negeri ini. "Itu guru yang dibayar kecil banget kan?" bisik Putra Handoko pada Bagus Handoko. "Iya," bisik Bagus Handoko. "Berapa gaji perbulannya?" "Mungkin gaji setahun mereka sama dengan gaji sebulan Azzura," tebak Bagus Handoko. "Separah itu?" tanya Putra Handoko tak percaya. "Ehem," Azzura berusaha

