Rapuh

1218 Kata

58 Langkah kaki beberapa orang itu berhenti di dalam ruang tamu kediaman Westy. Dahayu meletakkan koper bawaannya dan menghempaskan tubuh ke sofa hitam. Hal yang sama juga dilakukan oleh Mbok Ani, perempuan paruh baya itu duduk di sebelah kanan Dahayu dan mengusap wajah dengan tisu. Zayan yang baru saja memasuki ruangan bersama Eko, meletakkan beberapa koper yang mereka bawa ke dekat sofa. Saat Eko memutuskan untuk duduk di kursi tunggal dekat meja makan, Zayan lebih memilih ke balkon dan berdiri di sana, memperhatikan kondisi Kota Jakarta dari lantai sembilan gedung apartemen itu. "Mas, mau dibuatin teh atau kopi?" tanya Westy yang tengah sibuk di dapur kecil miliknya yang rapi dan bersih. "Ehm, nggak usah, Wes. Makasih, mas nggak lama," jawab Zayan sambil menyugar rambutnya yang m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN