Alvin mengendarai mobilnya secepat yang dia mampu, pikirannya sudah jauh takut terjadi sesuatu pada wanita yang dia cintai. Setengah jam sebelumnya, Pengacara tampan dan hebat itu sudah tidak sabar untuk memberitahu pada calon istrinya perkembangan terakhir kasusnya yang sedikit lagi akan terungkap siapa dalang dari semuanya. Namun, di saat Alvin tengah menghubungi panti asuhan dia malah mendapat kabar tidak enak. "Nak Alvin, Qeela tidak ada di kamarnya. Baru saja ibu mau bujuk dia makan, tapi ternyata kamarnya kosong. Ibu juga baru mau hubungi kamu, syukur kamu sudah lebih dulu telpon!" papar Purwati dengan suara bergetar karena panik. "Dia pergi kemana, Bu? Apa ada tempat favoritnya?" selidik Alvin. Purwati berpikir sejenak. Kemudian kedua bola matanya membola. "Pantai, ya ... dia p

