"Sudah dua bulan," ujar Ibrahim ke arah Popy. Wajah Popy terlihat memerah dan menahan tangis. "Dua bulan kita melakukan pencarian resmi terhadap hilangnya Amir. Dan mungkin saja tidak bisa lagi jika kita melakukan pencarian resmi, sebab tidak ada lagi jejak Amir yang tertinggal. Seluruh kota di Papua telah kita lakukan pencarian, namun tidak ada anak dengan ciri-ciri seperti Amir. Popy … jadi aku dengan menyesal harus menghentikan pencarian Amir dan kita buat doa atau shalat ghaib untuknya jika benar bahwa Amir telah meninggal-" "Tidak mau!" potong Popy. "Kak Rahim boleh menghentikan pencarian resmi, tapi tidak boleh mengadakan shalat ghaib. Aku yakin Amir masih hidup!" Popy tidak ingin menerima pernyataan bahwa Amir telah tiada di dunia ini. Wajah Ibrahim terlihat menyesal, dia menga

