Satu hari sebelum Amir sakit. "Mace, perut Amir sakit," ujar Amir sambil menyentuh perutnya. Dia mengusap perutnya dan meringis menahan sakit. Mace yang sedang memasak air panas untuk minum sarapan pagi, melirik ke arah Amir. "Anak, ko su lapar kah?" tanya Mace, "tunggu Mama ambil makan dulu." Mace berdiri dari depan tungku tradisional dan mengambil sepotong ubi jalar rebus, lalu mengambilkan air panas dicampur dengan air masak yang telah dingin agar air minum yang diberikan pada anak angkatnya hangat. Amir tidak mengangguk ataupun menggeleng, dia duduk bersandar di tiang pintu dapur, wajahnya tidak bersemangat hari ini. Jika biasanya dia bangun tidur akan bertanya pada ayah angkatnya bahwa hari ini mereka akan mencari apa untuk makan siang, namun pagi ini tidak. Dia mengusap peru

