Matahari sudah berada pas di atas kepala. Rasanya panasnya membakar sampai ke dalam pori-pori. Dahlia mengibas-ibaskan tangannya ke arah lehernya yang sudah bermandikan keringat. Untung Dahlia membawa kacamata hitam di dalam slingbag-nya jadi matanya tidak terlalu silau dengan sinar sang mentari. 'Pun Arya kacamata hitam sudah bertengger manis di atas hidung mancungnya. Tanpa sadar Dahlia sering mencuri pandang ke arah pria tampan di sampingnya itu. Arya berdiri menghadap ke laut dan memandang hamparan ombak di hadapannya. Beruntung cuaca sedang cerah sehingga hanya ombak-ombak kecil yang bergulung-gulung di pantai. Jiwa kekanakan Dahlia muncul tak tahan melihat ombak yang sedari tadi seolah menggodanya untuk mengejarnya. Seolah lupa dengan seseorang yang sedari tadi berdiri di samping

