Tiga bulan kemudian .... "Sayang, makan, dong." Arya begitu khawatir akan nafsu makan istrinya yang tidak seperti biasanya, hingga Dahlia terlihat sangat kurus dan lemah. Sudah dua hari Arya tidak masuk kantor demi menunggu istrinya yang sedang sakit. "Hoek ... hoek ... hoek ...!" Dahlia berlari menuju kamar mandi, memuntahkan seluruh isi perutnya. Wajahnya pucat pasi, hampir seperti mayat. Beberapa hari ini dia tidak berselera makan, hanya berbaring di atas kasur. Arya segera menyusul Dahlia dan mengelus punggung wanita yang dicintainya itu. Dia sendiri bingung mesti bagaimana. "Sayang, ke dokter, ya," bujuk Arya yang lagi-lagi dibalas sebuah gelengan oleh istrinya itu. "Aku nggak papa ...," lirih Dahlia. Tapi, tidak di mata Arya. Istrinya itu terlihat begitu kesakitan. Apalagi jika

