Setelah kepergian Dahlia meninggalkan kedua pria tampan itu, pemilik sepasang mata yang sedari tadi hanya tertegun dan melongo itu memilih untuk ikut meninggalkan tempat itu dan menyusul sahabatnya yang sepertinya tadi sedang menangis. Ketika dia sampai di depan kamar sahabatnya, dari luar kamar terdengar suara sesenggukan yang dia yakini milik Dahlia. Dengan ragu-ragu akhirnya wanita itu memberanikan diri untuk mengetuk pintu. "Tok ... tok ...tok ...!" Dari dalam kamar, Dahlia berusaha menghapus cairan bening yang sudah menjalar sampai ke pipi. Dia beranjak ke kamar mandi untuk mencuci mukanya agar tak terlihat sembab. Setelah mengelap wajahnya dengan handuk, Dahlia menuju pintu itu dan membukanya. "Sinta ...!" Dahlia berusaha memasang senyumnya dan bersikap biasa saja. "Ada apa? Ma

