19. Sama-Sama Mencintai

1199 Kata

Semakin sore suasana rumah sakit semakin sepi. Antrian yang tadi siang masih membludak, telah hilang satu persatu. Petugas pun sedikit bisa bernafas lega. "Ayah ...," ucap Arya pelan. Hadi menoleh ke arah anak lelakinya itu. Pandangannya kosong, sudah tidak ada kobaran semangat untuk sebuah kehidupan. "Apa?" Tangannya meraih tangan Arya dan sebelah tangannya menepuk-nepuk punggung tangan anaknya itu. "Apa Ayah tahu tentang--." "Dahlia?" Arya membelalakkan matanya, ternyata ayahnya tahu tentang Dahlia. Hadi tersenyum menatap anaknya, matanya berbinar mengetahui anaknya sudah menemukan seseorang yang bisa menjaganya. "Tapi ...." Arya menunduk, dia ragu karena sejujurnya Dahlia sama sekali belum tahu tentang perasaannya. Ia takut cintanya bertepuk sebelah tangan. "Ayah yakin Dahlia aka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN