Bab 76

1416 Kata

“Gagal lagi.” Luna berdengkus kasar. Mata terpejam membayangkan rencananya yang gagal total. Bagaimana tidak, Rafan punya 1001 cara untuk membuat Luna tak berdaya. Paling lama hanya satu jam bertahan dengan rencana mengabaikan Rafan, selanjutnya malah balik ke semula lagi. Dan terus menerus seperti itu sampai tak terasa sudah sebulan berlalu. “Berarti lo harus coba cara gue,” kata Liana dengan serius. Mata Luna terbuka, menatap Liana tanpa berkedip. “Ok.” Dia bangkit, pergi ke kamarnya untuk mengemas barang. “Bawa satu atau dua baju aja. Sisanya sembunyiin di kamar kita.” Liana dan Fira mendekat, memberi usulan agar Luna tak kerepotan jika membawa barang banyak. Luna mengangguk paham, semua baju di masukkan ke dalam koper dan kardus, kemudian dipindahkan Liana dan Fira ke dalam kamar.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN