Pertanyaan

1187 Kata

“Maaf ….” Kirana kaget dan menyesal sebab apa yang dilakukan sepertinya telah membuat Rasya terkejut. Ia membukakan botol air mineral, dan memberikannya kepada lelaki yang berusaha keras mengendalikan napasnya hingga wajahnya memerah. Pandangannya berubah iba. “Kamu masih lapar?” tanya Rasya sambil menggeser piringnya. “Makanlah ….” Ucapan Rasya lembut. Namun, Kirana kadung malu dan tak enak hati. “Nggak jadi.” Kencan pertama itu berakhir di lobi apartemen Kirana. Dari ekspresi wajah Rasya saat mereka saling mengucapkan salam berpisah, ia yakin lelaki itu kini tak lagi menyukainya. Walau harus merasakan sesak akibat kekenyangan, ia tersenyum puas karena taktiknya berhasil. *** Keesokan harinya, pagi-pagi Desta sudah menyambangi mejanya. Rekannya itu memandangi dirinya dengan sinar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN