لِأَنْ يُطْعَنَ فِيْ رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمَخِيْطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لَا تَحِلُّ لَهُ
Sesungguhnya andai kepala seseorang kalian ditusuk dengan jarum yang terbuat dari besi itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam ath-Thabrâni dalam al-Mujamul Kabîr no.486, 487 dan ar-Rûyânî dalam Musnadnya II/227. Hadits ini dihukumi berderajat hasan oleh al-Albani dalam ash-Shahîhah no. 226.
Darel menutup pintu kamarnya. Ia tersentak saat merasakan seseorang tiba-tiba memeluknya dari belakang. Itu tangan seorang perempuan. Apakah itu Haura istrinya?
Darel menoleh ke belakang dan mendapati Hana sedang tersenyum memeluknya.
"Selamat datang sayang, aku sudah lama menunggumu." Kata Hana dengan senyum sumringah menghiasi wajahnya.
"Ataghfirullah Hana!" Darel menyentak tangan Hana dengan keras melepas pelukan Hana di pinggangnya. "Apa yang kau lakukan di sini?!"
'Apa Hana sudah gila? Ia memelukku' Batin Darel.
"A..aku menunggumu tentu saja." Hana terkejut karena penolakan Darel.
"Kenapa kau memelukku Hana?!"
"Seingatku kau bilang kau mencintaiku Darel." Ujar Hana bingung.
"Bukan berarti kau bisa memelukku Hana!" Bentak Darel.
"Kenapa?"
Darel mengurut pelipisnya, ia tidak habis pikir dengan perubahan sikap Hana. Hana tidak mungkin memeluk laki-laki yang bukan mahramnya sembarangan.
"Demi Allah Hana, kau sendiri yang bilang 2 tahun yang lalu. Dan aku sudah menikah dengan Haura. Aku bukan mahram-mu Hana."
Raut wajah Hana berubah menjadi datar. Kemudian ia pergi meninggalkan Darel.
Hana berubah?