Sejak pertemuanku dengan Paman, kami menjadi waspada di sekitar terutama melindungi Anson dan keluarganya. Peringatan Paman membuat kami merasakan cemas. Ia mengatakan jika kami harus berjaga-jaga karena ia akan menghampiri Alvin atau Anson secara diam-diam. "Hei ...!" Anson mengagetkanku dari belakang. Aku yang bertopang dagu membalasnya hanya dengan senyuman. "Ada apa? Tidak bisa mengerjakan soal matematika tadi?" Ujian yang baru beberapa jam lalu aku kerjakan sudah terselesai dengan baik dan tidak ada kendala. Itu karena soal yang tertera di layar komputer sama dengan ujian beberapa tahun lalu. Jangan ditanya betapa bosannya diriku mengerjakan itu. "Susah sih tidak, tapi---." Belum sempat aku bicara, si jangkung Theodore menghampiri kami dan memberitahu sesuatu yang membuat heboh

