Selesai makan malam, aku dan Zie bergegas ke tempat yang ditunjuk Alvin. Awalnya Ibu melarang, tetapi aku bersikeras untuk pergi. Meski ragu, akhirnya Ibu mengijinkan dengan ditemani Zie. "Dik, apa kamu yakin Alvin menunjuk arah sana?" Aku menggangguk yakin sambil terus berjalan dengan memegang senter. Pencahayaan di malam hari di sini agak gelap, hanya ada lima tiang lampu yang berjejer rapi. Tidak ada yang berani lewat sini siang atau sore hari, meski jalan ini merupakan jalan pintas menuju kota. "Mengapa dua makhluk ini datang?" "Apa yang sedang mereka cari?" Selentingan suara terdengar sewaktu kami berjalan dan hampir sampai di gerbang pemakaman. Zie menggandeng tanganku agar dua makhluk yang usil itu tidak mengganggu. Zie bisa melihat mereka dalam kegelapan, maka itu ia tidak s

