Leanne memacu kudanya dengan cepat, kedua tangannya terarah ke depan siap untuk memanah buruan yang ia kejar sedari tadi. Bidikannya tepat sasaran. Seekor burung gagak berhasil ia lumpuhkan. Kali ini dirinya tidak gagal. Gadis itu tersenyum puas. "Tak disangka gadis itu mahir memanah." Issac terkagum atas usaha dan latihan yang dilakukan Leanne. Tak disangka latihan yang hanya dipelajari beberapa hari oleh gadis itu sudah membuahkan hasil. Memang tak sia-sia jika Leanne yang akan menggantikan Serenity. Issac percaya, jika gadis tersebut dapat menjadi pemimpin. "Aku senang pria muda itu mengetahui rahasia Leanne." "Apa kau tidak terlalu kejam mengatakan itu, Issac?" Wanita ranting berbicara tegas dengan tongkat di tangan kanannya. "Kalau pria itu tidak mengetahui rahasia Amari. Apa bis

