Alvin sudah Kembali ke kosannya, setelah 1 bulan ia pergi. Ia cukup kangen dengan suasan kosannya, apalagi dengan kedua temannya itu. meskipun mereka sudah lumayan sibuk, tetapi Alvin masih tetap rindu dengan celetukan-celetukan temannya. Hal itu tidak ia lontarkan kepada kedua temannya, selain karena malu, tapi karena takut Jovan dan Moreo merasa kepedean. “Bray, gue pulangg.” Alvin langsung masuk ke dalam rumah sewanya itu, tapi tidak ada respon sama sekali, padahal ia tahu kalau teman-temannya ada di dalam rumah itu. “Bray, gue pulang. Bawa oleh-oleh nih.” Tidak ada beberapa detik, Jovan dan Moreo langsung keluar kamar dengan buru-buru sambil tersenyum. Alvin sengaja berbicara seperti itu, karena ia tahu, temannya pasti langsung pada keluar.

