Acara pemakaman dilaksanakan pada pagi hari. Alvin datang bersama dengan keluarganya, sedangkan Moreo hanya bersama sang ibu. Alvin dan Moreo melihat Jovan menangis di sebelah mayat ibunya. Ia terus-menerus menangis sampai air matanya habis, begitu sedihnya ia kehilangan sang ibu yang telah lama membesarkannya. Alvin dan Moreo tak tega melihat temannya menangis seperti itu. Alvin dan Moreo berpamitan kepada Jovan untuk pulang terlebih dahulu. “Turut berduka cita Van,” ucap Alvin sambil mengelus punggung temannya itu. mereka pun pamit pulang lebih dulu dan meninggalkan Jovan yang masih menangis di sebelah kuburan ibunya. Yang terjadi sudah terjadi. Roda waktu jelas tak dapat diputar Kembali. Jovan larut dalam penyesalannya, ia menyesal karena tidak membantalkan liburan naik gunungnya, se

