Bab 116. Luna, Maafkan Mama 11

1353 Kata

# Raut wajah Luna terlihat pucat saat mendengar penjelasan dokter tentang kondisi ibunya. Meski sebelumnya dirinya sudah bisa menduga kalau ibunya menyembunyikan sesuatu setelah melihat seperti apa kondisi ibunya, akan tetapi Luna sama sekali tidak menyangka kalau dia masih tetap merasa begini terpukul saat mengetahui kalau ternyata penyakit yang diderita ibunya sudah mencapai stadium lanjut dan tidak mungkin lagi diobati. "Bagaimana bisa? Kalau seperti ini, apa gunanya semua perawatan dan obat-obatan itu dimasukkan ke dalam tubuh Mamaku? Apa gunanya Mama dirawat di rumah sakit selama bertahun-tahun? Apa gunanya semua itu kalau pada akhirnya Mama akan tetap ..." Luna terdiam. Dia tidak sanggup melanjutkan kalimatnya sendiri. Luna tidak bisa membayangkan kalau ibunya sudah tidak memili

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN