Asal mula kejadian.

789 Kata
" kan juga ini untuk kebahagiaan ini semua,untuk kebutuhan Kiera,papa,mama apa salah nya?" jelas mama Kiera. "Masih nanya ya kamu apa salah nya,lihat tuh Kiera dia jarang dapat perhatian kamu dikit dikit kerjaan aja yang kamu urusin,kamu pikir Kiera ga butuh kasih sayang tulus kamu?" tanya papa kiera. "Maksud kamu apa pa? Papa pikir aku gak perhatian sama kiera?" "Gak! Semua yang kamu kasih ke kiera hanya perhatian palsu dan tidak tulus di dalam hati mu karena di dalam hati dan pikiran mu hanya lah kerja,kerja,kerja. Setiap seminggu kamu hanya 1 hari berada di rumah itu pun kamu bukan nya langsung temanin Kiera main malah ngurusin kerjaan kamu!" marah papa kiera. Degg seperti ada jarum yang menusuk di d**a kiera perkataan papa kiera membuat nya mengingat kejadian dimana dia selalu diabaikan oleh mama nya tapi untung nya ada papa kiera yang menasihati kiera agar tidak benci dan narah kepada mama nya karna kiera jarang diberi perhatian. Namun papa kiera kini tidak bisa tertahan lagi tanpa sengaja papa nya mengatakan keluh kesah nya di dekat kiera. "AAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" teriak kiera seolah dia sudah tidak tahan dengan suara keras papa dan mama nya. Jelas papa dan mama nya kaget dan berusaha untuk menenangkan kiera. Papa Kiera yang tahu kiera tidak terbiasa dengan suara keras mencoba menenangkan kiera dan berkata bahwa mereka hanya bercanda. Tetapi kiera yang sudah tahu bahwa papa nya cuman berpura pura berkata begitu agar kiera tidak merasa cemas,ia pun berlari ke kamar nya dengan isakan tangis. "jadi selama ini mereka cuman berpura pura tampak bahagia ya di depan ku" gumam kiera Hari hari berlangsung,kini Kiera sudah dapat dibujuk dan mau keluar dari kamar nya. Kiera berpikir bahwa mereka kembali akan baik baik saja tapi tetap saja tidak ada yang berubah. 15 November adalah hari kebahagiaan Kiera yang selanjut nya,karena dia mendapat peringkat pertama(1) di kelas nya. Bukan tanpa sebab selain cantik anggung kiera juga merupakan gadis yang amat pintar. Dia sengaja tidak berteriak saat masuk ke dalam rumah karena dia biasanya berteriak saat pulang rumah untuk mengungkapkan rasa rindu nya kepada papa nya. Dia mulai mendekati pintu rumah namun hal yang lebih buruk terjadi kembali ya pertengkaran orang tua nya. Tetapi kini lebih menggores hati Kiera karena dia mendengar kata "perceraian". "pa ini kertas perceraian dari pengadilan tanda tangani" suruh mama kiera. "Apa? Udah gila kamu ya kenapa tiba-tiba bahas perceraian disaat anak kita masih kecil?" kata papa kiera kaget. "Udah lah pa tanda tangani aja aku juga udah muak sama kamu,emang kamu mau kita terus bertengkar dan kiera nge dengar? Mau kamu?" tanya mama kiera. Papa kiera yang termenung sejenak mendengar perkataan istri nya tanpa mikir panjang langsung menandatangani surat tersebut demi kebaikan kiera papa nya tidak mau anak nya merasakan pertengkaran kedua orang tua nya lagi. "Baik saya tanda tangani tapi ingat hak asuh kiera jatuh ke tangan saya,saya gak mau kiera diurus sama orang tua yang gak jelas kaya anda" kata papa kiera dengan formal. "Terserah saya juga ga mau ngurus anak itu" kata mama kiera. Sebuah tamparan jatuh tepat di pipi mama kiera. Jelas tamparan tersebut terdengar ke telinga kiera yang langsung merasa takut karena papa nya tidak pernah melakukan k*******n. "Pergi kamu sekarang dari rumah saya perempuan aneh!" bentak papa kiera. Mama kiera pun langsung pergi dan mendapatkan gagang pintu yang hendak terbuka. Namun setelah dia membuka pintunya dia kaget melihat Kiera yang menangis di depan pintu sambil memegang piala kejuaraan nya. "mama jangan pergi" kata kiera sambil diiringi isak tangis. "Gabisa sayang kamu disini ya bareng sama papa kamu,wah anak mama dapat peringkat pertama lagi ya? Mama bangga sama kamu rajin rajin ya belajar nya mama bahkan perhatiin kamu dari jauh" kata mama kiera sambil menenangkan tangis isak kiera. ""kenapa dari jauh? Emang nya mama ga tinggal lagi ya sama papa sama kiera? Kenapa ma? Kita kan bisa tinggal bareng'" berbagai pertanyaan keluar dari mulut anak yang polos ini. "Tidak sayang,udah ya kamu jaga diri dan papa baik baik ya,bye sayang" kata mama kiera sambil mencium pipi putri nya. Kiera yang berusaha mengejar mama nya ditahan oleh papa nya karena menurut papa nya jika ia tinggal dengan mama nya dia bakal jarang diurus. "Lepasin pa,mama mama jangan tinggalin kiera ma" teriak kiera. 1 jam berlangsung setelah kejadian tersebut,kini kiera sudah diam dan tidak berkata apa pun dia merasa di khianati oleh orang tua nya karena dulu orang tua nya berkata bahwa mereka akan tetap bersama hingga kiera beranjak dewasa dan menikah,tetapi itu hanya lah omong kosong. Merasa tak ada lagi yang perlu dibicarakan,kiera pun masuk ke kamar nya tanpa mengatakan sepatah kata pun. Ada rasa ingin menghampiri putri nya,tetapi seperti ada yang menahan kemudian papa kiera pun menangis karena menganggap diri nya pengecut yang tidak bisa mempertahan kan pernikahan dia dengan istri nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN