Harapan terbesar seorang guru barangkali adalah suatu hari muridnya dapat menyerap ilmu dan keahlian yang dibagikan, bahkan melampaui gurunya. Bahwa dengan kemampuan itu, muridnya tersebut dapat meraih kesuksesan, kemuliaan, serta kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Dan dengan semua itu, seorang guru akan mendapat kepuasan bahkan tak mengharapkan ataupun meminta timbal balik apapun. Laksmi pun memiliki idealisme serupa. Lebih dari dua puluh tahun yang lalu ia menerima dua orang pemuda dari panti asuhan yang terpaksa ditutup karena tidak adanya aliran dana lagi untuk bisa menopang biaya operasional panti. Dua orang itu adalah Cokro Utomo dan Mahesa Wulung. Dua pemuda itu sebelumnya telah tinggal di panti sejak awal remaja. Di usia itu, tidak mudah untuk menemukan orang tua angkat

