“Jadi disana bagus atau engga?” Kepalaku mengangguk beberapa kali,iyalah bagus. Orang aku bareng si Pak Aydan ganteng,orang yang selama ini sangat ini ku kejar. Namun aku menjawabnya tanpa suara karena sibuk melipat pakaian pemirsah,tengah malam nanti akan pindah ke tempat lain,tepatnya di kota yang berbeda. Dimanapun seorang Callisa asalkan bareng ayang,haha. “Kakak masih di kantor? Kok bisa? Inikan sudah jam 8 lewat?” tanyaku kebingungan,menoleh sebentar kearah Pak Aydan yang sedang berkutat dengan pekerjaannya juga. entah takdir apa yang kupunya karena malah di kelilingi banyak laki-laki dimana mereka sibuk dengan kerjaan padahal sudah malam sekali. Padahal dulu,aku tuh pengen banget dapet jodoh kalau sama aku kerjaannya dilupakan sebentar,apalah daya hatiku maunya Aydan Atthallah j

