Hamil Anak Ular Bab 67 : Hilang Kontak Pagi kembali menyapa, Manu bergegas menuju cermin lalu membuka bajunya, ia ingin memastikan kejadian tadi malam nyata atau hanya mimpinya saja. Ia tersenyum senang, ternyata dadanya kini memang sudah tak bersisik lagi. Pikirannya kembali ke peristiwa kemarin malam, saat Aya memeluknya sambil menangis. “Mungkinkah ... sisik ini terlepas karena terkena air mata Aya? Seorang gadis yang mencintaiku dengan tulus. Ah, seperti cerita dongeng saja. Masa iya bisa begitu?!” Manu duduk di pinggir ranjang sambil mengusap dadanya. ‘Tok-tok’ “Manu, kamu masih tidur, Nak? Ayo sarapan dulu!” Terdengar suara Endah dari depan pintu. Manu langsung memakai bajunya dan melangkah menuju pintu lalu membukanya. “Mama!” seru Manu, raut kebahagiaan di wajahnya terlihat

